Infocdia’s

Together to Be The BEST with us…….

Teruntuk Seorang Ikhw@n Soleh…

 

Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang

KU unggkap getar ini dalam ragu yang tertahan…

Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang…

Aku bersama semua baktiku yang tertunda

Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna

Bila tidak juga kau ada…

Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana

Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..

Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu…

Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana

Ketahuilah…

Bahwa aku wanita asing bagimu

Nanti terangkanlah apa – apa yang tidak kumengerti darimu

Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu

Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu…

Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu…

Ketahuilah bahwa aku selalu menunggumu..

Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..

Menjadi rumah yang lapang untukmu…

Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu…

Menjadi penyejuk hatimu…

Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku…

Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku

Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu…

Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..

Menyemarakan dakwah dengan para Jundi – jundi Allah…

Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu…

Bersama menggapai perjuangan ini…

Yang karenamu Allah semakin sayang padaku…

Pada dakwahku…

Teruntuk “Rizki” yang kan segera datang
sugi_banjar@yahoo.co.id

 

moon Calculator 6.0

 
10 Oktober 2007 – 12:34
Moon Calculator 6.0 – Dr. Monzur Ahmed    
sumber : http://fathirhamdi.wordpress.com
 
Moon Calculator merupakan aplikasi hebat karya Dr Monzur Ahmed yang dapat membantu kita untuk melakukan ru’yatul hilal. Aplikasi ini memiliki fasilitas tabel data tentang posisi bulan-matahari, penampakan posisi langit, tampilan pantulan bulan dalam jarak dekat, grafik librasi bulan dan global scan.

Ru’yatul Hilal
Dengan bantuan Moon Calculator dapat membantu untuk melihat hilal penanda bulan syawal 1428H misalnya. Dari aplikasi ini, konjungsi bulan-matahari (ijtima’) terjadi pada 11 Oktober 2007 pukul 12:00:37. Kemudian saat tanggal 11 oktober maghrib, matahari terbenam di lokasi azimuth 262.807°, atau 7.193° ke selatan dari arah barat. Pada saat itu, bulan berada pada posisi azimuth 258.807° (11.193° ke selatan dari barat) dengan ketinggian 0.435°. Posisi bulan ini posisinya secara relatif dengan matahari sekitar 4° selatan dari lokasi matahari terbenam. Pada Maghrib tanggal 11 Oktober 2007 umur bulan baru berumur 5,5 jam dan permukaan bulan yang terpantul baru 0.14%. Kondisi bulan yang seperti ini membuat bulan tidak bisa dilihat. Oleh karena itu, bulan Ramadhan tahun 1428H digenapkan menjadi 30 hari.
Kemudian saat tanggal 12 oktober maghrib, matahari terbenam di lokasi azimuth 262.426°, atau 7.574 ke selatan dari arah barat. Pada saat itu, bulan berada pada posisi azimuth 254.881° (15.113 ke selatan dari barat) dengan ketinggian 9.883°. Posisi bulan ini posisinya secara relatif dengan matahari sekitar 7.545° selatan dari lokasi matahari terbenam. Pada magrib tanggal 12 Oktober bulan telah berumur 1 hari 5,5 jam (29,56 jam) dan permukaan bulan yang terpantul sekitar 1.5% dengan panjang busur hilal sebesar 139°.

Wujudul Hilal
Wujudul hilal menggunakan algoritma yang lebih sederhana. Asalkan pada hari dimana konjungsi matahari terjadi dan matahari terbenam mendahului bulan, maka hari esoknya sudah masuk kedalam bulan baru. Kriteria ini dapat mudah diketahui jika konjungsi matahari sebelum pukul 12:30 WIB, maka maghrib pada hari itu sudah dinyatakan hilal wujud, dan esoknya adalah bulan baru. Pada contoh penentuan Syawal 1428H, konjungsi terjadi pada tanggal 11 Oktober 2007 dan saat maghribnya matahari terbenam mendahului bulan dengan selisih waktu 2 menit, maka syarat wujudul hilal terpenuhi, dan Ramadhan 1428H cukup 29 hari dan esoknya adalah bulan Syawal.

Perbedaan Kriteria

“The computation of the appearance of the new crescent is a very long and
difficult procedure, the demonstration of which requires long calculations and many tables…” Al-Biruni (973-1048 CE)

Antara wujudul hilal dan rukyatul hilal masing-masing memiliki kriteria yang berbeda. Rukyatul hilal sendiri dapat dimaknai dengan “Bulan dapat terlihat” atau “Bulan memungkinkan untuk dilihat” jadi tidak perlu melihatnya langsung, asalkan secara hisab memang bulan memungkinkan untuk dilihat. Kriteria untuk wujudul hilal sudah aku jelaskan diatas, sedangkan untuk kriteria rukyatul hilal aku rangkum kurang lebih sebagai berikut:

  • Saat maghrib, matahari terbenam (piringan atas matahari menyentuh ufuk) bulan memiliki ketinggian lebih dari 2 derajat diatas ufuk.
  • Umur bulan lebih dari 10 jam agar busur hilal dapat terbentuk

Kriteria Rukyatul Hilal diatas adalah yang berlaku untuk wilayah Indonesia. Untuk wilayah di negara lain, bisa saja berbeda.
Oleh karena itu, agar kriteria rukyatul hilal menetapkan pergantian bulan sehari setelah hari ijtima’, maka ijtima’ hendaknya terjadi sebelum sekitar pukul 6:00 wib (23:00 UTC hari sebelumnya).

Kriteria rukyatul hilal diatas, dalam moon Calculator masuk dalam kriteria Yallop 1997/8 (Bernard Yallop)

Di Indonesia, perbedaan penetapan antara Wujudul Hilal dan Rukyatul Hilal ini terjadi apabila konjungsi matahari-bulan (ijtima’) terjadi antara pukul 8:30 hingga 12:30 WIB (1:30 UTC s/d 5:30 UTC). Jika ijtima’ terjadi diluar rentang jam tersebut, insyaallah penetapan wujudul hilal dan rukyatul hilal tidak berbeda.

Misalkan untuk penetapan Zulhijjah 1428H, insyaallah tidak berbeda, karena ijtima pada bulan Zulqo’dah 1428H terjadi pada tanggal 10 Desember pukul 00:41 WIB.

Screen shoot Moon Calculator 6.0

  • Tabel informasi posisi bulan dan matahari:
  • Simulasi peta langit pada tanggal 11 dan 12 oktober 2007:
  • Bentuk hilal pada tanggal 11 dan 12 Oktober:
  • Global Scan, wilayah yang mampu melihat hilal:

Yang (mungkin akan) ditanyakan

“Nilai-nilai diatas mengacu pada apa?”

Untuk melakukan hisab atau pengukuran di perlukan titik toposentrik pengamatan. Pada pengukuran diatas, toposentrik aku ambil di 7°48′15″South 110°19′54″East yaitu wilayah Yogyakarta sebelah barat yang juga merupakan wilayah dekat rumahku. Di aplikasi Moon Calculator, Dr Monzur Ahmad hanya memberikan nilai koordinat hingga dalam batas menit, sehingga koordinat diatas dibulatkan menjadi 7°48′S 110°19′E. Kuantisasi ini jika dilihat menggunakan peta ternyata mencakup wilayah yang cukup luas 2,2 km2, dengan titik 7°48′S 110°19′E sebagai pojok kiri atas dan 7°48′59″S 110°19′59″E sebagai pojok kanan bawah, maka nilai-nilai perhitungan diatas bisa dibilang valid untuk wilayah tersebut. Untuk aku pribadi, aku tambahkan kriteria hilal harus lebih tinggi dari 15°, hal ini dikarenakan pada kisaran 10° ke bawah, di ufuk barat sini tertutup pepohonan, jadi perlu ketinggian yang lebih untuk melihatnya.
Tentu saja, dikarenakan kriteria yang aku tambahkan sendiri, maka praktis, hilal yang telah berumur lebih dari satu hari ini ketinggiannya masih dibawah 15°. Mau dilihat pakai alat bantu optis apapun ya.. yang terlihat hanya pohon dalam mode zoom-in ) Tapi nggak papa deh, mengalah untuk lihatnya mundur satu hari biar posisi bulan cukup tinggi, yaitu sekitar 20.16°. Syukur-syukur ada yang mengajak ke tempat yang lebih lapang, sehingga garis ufuk bisa terlihat jelas. Dan lebih bersyukur lagi, jika ada yang mau meminjami teropong )

“Toposentrik? apa pula itu?”

Untuk melakukan pengamatan bulan diperlukan perhitungan secara Toposentrik. Pada perihal tata surya ada istilah heliosentrik, dan dahulu kala dikenal istilah geosentrik. Apa itu Toposentrik? Toposentrik bisa diartikan sebagai tempat berpijak pengamat sebagai pusat pergerakan. Jadi dengan toposentrik, seolah-olah bulan dan matahari bergerak mengelilingi pengamat, jarak dan posisi benda langit ditentukan relatif terhadap pengamat. Dengan toposentrik ini maka akan didapat hasil yang sangat beragam tergantung pada dimana lokasi pengamat di muka bumi ini, karena dengan toposentrik inilah, misalnya, waktu sholat ditetapkan.

“wah.. dengan toposentrik berarti hasil pengamatan beda-beda dong?”

Ya.. oleh karena itu, diperlukan perhitungan terlebih dahulu agar proses melihat hilal dapat lebih mudah.

“Bagaimana saya mengetahui kalkulasi kondisi hilal di tempat saya?”

Saat tulisan ini dibuat, memang perhitungannya spesifik untuk wilayah Jogja Barat, dan aku cukup sadar, Indonesia ini adalah negara yang cukup luas. Data kalkulasi yang aku buat ini tentu tidak bisa mewakili data untuk seluruh Indonesia. Jadi untuk pastinya agar anda tahu bagaimana perhitungan hilal di daerah anda, silahkan coba sendiri Moon Calculator karya Dr Monzur Ahmed ini.

“15°.. 2°.. Seberapa besar sih 2° itu?”

Dari data Dr Monzur Ahmed, diameter bulan rata-rata sekitar 31′5″ atau sekitar 0.518 derajat. Maka 2 derajat itu kira-kira 3-4 kalinya diameter bulan.

“Kok kriteria melihat hilal harus ketinggiannya diatas 2°”

Aku masih belum mendapat artikel yang tepat tentang hal ini, tapi hal ini dimungkinkan karena pada ketinggian dibawah itu terjadi pembelokan cahaya karena pengaruh kelengkungan bumi, tekan udara dan gradasi termal di daerah tersebut. Proses pembelokan cahaya ini kira-kira dapat menyebabkan penampakan benda langit yang tingginya kurang dari 2° akan ngaco. Bisa tak terlihat, atau terlihat tapi tidak dengan bentuk yang semestinya

“Pembengkokan? Kok bisa?”

Karena adanya perbedaan gradasi termal dan tekanan udara, maka akan mengubah index bias udara. Index bias ini semakin besar jika makin mendekati ke ufuk. Hal ini mirip dengan gelombang yang merambat diatas permukaan bumi, jadi pada persinggungan langit dengan ufuk, cahaya yang melalui garis itu bisa dibilang cahaya dari belahan bumi yang berada di balik ufuk. Sama seperti halnya gelombang eletromagnet yang dipancarkan dengan sudut elevasi tertentu, gelombang itu tidak menembus keluar angkasa tapi justru terpantul kembali ke bumi oleh ionosfer.

“ijtima’, konjungsi, Astronomical New Moon. Itu maksudnya apa sih?”

ijtima’, konjungsi, Astronomical New Moon adalah istilah yang sama, yaitu merupakan peristiwa dimana matahari-bulan-bumi berada dalam satu garis. Ijtima’ yang kasat mata berupa gerhana Matahari, dimana matahari-bulan-bumi berada dalam satu garis yang berdekatan. Terlebih lagi pada gerhana matahari total, saat itu ijtima bener-benar-bener terletak pada satu garis lurus.

“Bukankah ijtima’ itu terjadi tiap bulan, tapi kok gerhana matahari nggak terjadi tiap bulan?”

Hal ini dikarenakan lintasan orbit bulan yang tidak berada pada satu bidang. Jika digambarkan arah matahari-bumi sebagai sumbu X, dan arah rotasi bumi sebagai sumbu Y, maka sumbu Z adalah sumbu yang menembus kutub bumi. Pergerakan revolusi bulan ini juga bergerak dengan sumbu Z, sehingga kadang-kadang mendekati kutub utara, terkadang juga mendekati kutub selatan. Jika ijtima terjadi saat bulan ‘terlalu’ keutara atau ‘terlalu’ keselatan bumi, maka gerhana tidak akan terjadi. Misalkan saja saat Ijtima’ 11 September 2007 lalu, Ijtima ini juga bertepatan dengan gerhana matahari sebagian, dan yang mengalami gerhana matahari adalah daerah-daerah yang dekat dengan kutub selatan. Dalam setahun kira-kira terjadi dua kali gerhana matahari.

“Darimana azimuth ditentukan?”

Azimuth ditentukan dari utara bumi sebagai 0 derajat dan bergerak searah jarum jam sehingga barat bumi sebagai 270 derajat. Azimuth benda langit dapat diketahui dengan menggunakan kompas bidik dengan menentukan nilai derajat yang terdapat pada kompas. Jika kompas yang digunakan belum mendukung deklinasi magnet bumi, menurut data Dr Monzur Ahmed, pada bulan Oktober 2007, utara magnet bumi terletak 1.113 derajat sebelah timur dengan utara bumi. Jadi, jika kompas yang digunakan belum mendukung deklinasi magnet bumi, untuk setiap pembidikan selalu kurangi dengan sudut deklinasinya.

“Apa untuk merukyah harus dengan mata telanjang?”

Ada yang berpendapat begitu. Kalau aku sendiri mengikuti pendapat bahwa merukyah boleh menggunakan alat bantu optis secanggih apapun.

“Setelah menghisab atau mengkalkulasi kondisi hilal, apakah kita harus melihat hilal juga?”

err.. menurutku tidak juga. Toh, secara kalkulasi kita dapat mengetahui bahwa yakin saat itu hilal dapat dilihat. Karena faktor kemampuan seseorang dan peralatan yang membuat seseorang kesulitan dalam melihat hilal. Melihat hilal itu termasuk aktifitas astronomi yang unik lho, karena selain hilal muda sering berada pada ketinggian rendah (kurang dari 20°) juga waktu pengamatan yang sangat terbatas (dari maghrib sampai hilal/bulan terbenam). Belum lagi karena faktor fase bulan yang kurang dari 3%, dan terlebih lagi jika ditambah kurang terbiasanya mengoperasikan alat bantu penglihatan astronomi (ketahuan kalau teropongnya cuman minjem :D ).

“Lha.. susah dong.. terus bagaimana biar mudah untuk melihat hilal?”

Wah.. aku juga baru tahap belajar melihat hilal nih. Kalau begitu mari belajar sama-sama yuk D

“Spec komputer apa yang dibutuhkan untuk menjalankan Moon Calculator?”

Nggak butuh terlalu tinggi kok, Moon Calculator ini dapat berjalan dengan spek komputer

  • PC 386 atau yang lebih tinggi. Untuk komputer2 modern (diatas tahun 2000) harusnya sudah tidak masalah D
  • Space kosong sekitar 500KB untuk penyimpanan sementara (istilah lainnya swap)
  • Monitor VGA atau diatasnya. Ada catatan tambahan dari Dr Monzur Ahmed, bahwa beberapa monitor CGA, EGA dan Hercules, dapat menampilkan aplikasi Moon Calculator ini.

Proses tertinggi (yang membutuhkan utilitas processor terbesar) yaitu pada fasilitas global scanning. Semakin detil dan luas wilayah yang di-scan untuk melihat kemungkinan penampakan bulan, maka utilitas yang dibutuhkan oleh processor juga makin tinggi.

“Moon Calculator ini bisa jalan di Linux nggak yah?”

Aku sudah mencoba, Moon Calculator ini dapat berjalan di mesin Linux dengan bantuan dosemu. Syarat spec sepertinya tidak jauh berbeda, hanya saja Moon Calculator ini perlu dijalankan di lingkungan X-window. Mungkin karena fasilitas drawing-nya yang menggunakan frame buffer yang menyebabkan Moon Calculator tidak mau berjalan dari tty. Entah juga jika tty-nya menggunakan frame-buffer, mungkin Moon Calculator ini bisa berjalan.

“Distro-nya apa yah?”

Hmm.. menurutku hampir sebagian besar distro dekstop bisa deh untuk menjalankan Moon Calculator ini. Asalkan jangan lupa, dosemu-nya diinstall dahulu.

“Moon Calculator ini bagaimana lisensinya?”

Daripada repot-repot menjelaskan dan nanti bikin anda makin bingung, ini aku tempelkan saja perihal lisensi langsung dari Dr Monzur Ahmed..

Data produced by MoonCalc must not be used for commercial purposes

If MoonCalc data are used on a Web page, a link may be made to one or both of the MoonCalc homepages:

http://www.starlight.demon.co.uk/mooncalc
http://www.ummah.org.uk/ildl/mooncalc.html

MoonCalc may be copied and distributed freely as long as all files are copied and no charge is made (other than a nominal charge for media). The program must be distributed as its ORIGINAL and UNMODIFIED zip file (moonc60.zip).

No alterations should be made to the program, documentation or data files apart from the atlas database, TOWNS.DAT.

Although MoonCalc may be distributed freely, it is not ‘Public Domain’ nor is it ‘Freeware’. All rights remain with the author, Dr. Monzur Ahmed.

“Wah.. saya bingung untuk menggunakannya, apalagi untuk memahaminya.. bagaimana nih?”

Dr Monzur Ahmed sudah berbaik hati menyediakan manual Moon Calculator ini dalam format PDF dan plain-text. Jika masih bingung dengan istilah-istilah astronomi yang ada disana, jangan khawatir, Paman Google dan wikipedia selalu dengan senang hati membantu anda. D

Untuk saat ini, aku tidak memiliki banyak ilmu basic di bidang astronomi, jadi jika banyak salah mohon maaf. D

Baca juga:
http://www.starlight.demon.co.uk/mooncalc
http://www.ummah.org.uk/ildl/mooncalc.html
http://mutoha.blogspot.com/2006/09/hilal-ramadhan.html
http://rukyatulhilal.org/hisab-rukyat.html
http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/22/simulasi-rukyat/

3bln 1st yg SUBHANALLAH….

Ramadhan Tour D School – Bulan Tebar Akhlak & Prestasi
Kegiatan CDIA di bulan Ramadhan yang tahun lalu melibatkan 5 Sekolah( SMPN 3 & 4 Kpn, SMP PGRI Pagak, SMEA MUHAMMADIYAH, dan SMA Islam Kepanjen) dengan total peserta sekitar 2000 lebih yang dilaksanakan mulai tanggal 7 s.d 27 Oktober 2005. Alhamdulillah, mendapatkan respons positif dari pelajar dan guru. Pengaruh yang sangat luar biasa jika sebagian dari 2000 peserta yg mengikuti itu dapat tergugah nuraninya untuk lebih bersemangat lagi belajar dan mengukir cita-cita untuk masa depan.

“Maaf Pak ya … ” hiks In Action – SMPN 3 Ramadhan Nge-game? Ok’s bgt

BROADCASTING – Cuap-cuap CDIA Bermanfaat

Dalam program CUAP-CUAP BERMANFAAT hasil kerjasama CDIA dengan SMEA MUH FM ini memunculkan warna dan nuansa tersendiri di Bulan Ramadhan. Beberapa sms mulai masuk, mulai dari tanggapan dan kritikan konstruktif. Karakter young, fun dan syar’i-nya mampu memberikan wacana baru kepada pemuda tetang Cinta, persahabatan, hubungan ortu dg anak, dan lain sebagaianya.
Semoga CUAP-CUAP BERMANFAAT bisa jadi ajang curhat sobat muda islam yang gaul, trendy dan syar’i.

Halal Bi Halal – Rajut Ukhuwah Gapai Prestasi

Acara ini mengusung 3 materi yang dirunut secara sistematis, pertama adalah “Pelajar Smart Sholeh & Cool .. “ yang memberikan gambaran ideal seorang pelajar, yang mempunyai 10 kriteria, mulai dari Wawasan luas, Keyakinannya benar sampai dengan bermanfaat bagi orang lain. Materi kedua adalah asyiknya belajar yang disampaikan dokter muda jebolan FK Unibraw-Kak Catur, yang diharapkan dari materi ini mampu mendongkrak motivasi belajar siswa hingga menjadikannya lebih berprestasi. Materi selanjutnya adalah CDIA Corner yang merupakan ajang informasi dan komunikasi antara CDIA Crew dengan pelajar binaan CDIA. Dalam program ini juga disampaikan rencana kegiatan berikutnya, macam-macam kreativitas pembinaan dan informasi lainnya.

Training Jurnalistik – Writh with love

Nama Kegiatan : Bengkel Jurnalistik
Tempat : Auditorium SMEA MUH Kepanjen
Joint EO : CDIA, KEPANJEN MEDIA & SMEA MUH

Ajang training mulai dari tips menulis, motivasi sampai desing animasi. Sebaga bekal untuk menerbitkan bulletin lokal yang professional. Juga mencetak bibit-bibit kartunis dan designer. Follow up dari training ini adalah pembuatan bulletin lokal sekolah seperti AIDA dan bulletin regional seperti AQILA dan volunteer jurnalistik.

Rujak Party – Not Only Eating, But Optimizing …
Nama Kegiatan : Rujak Party
Tempat : SMP 4 Mosque
Joint EO : CDIA Crew & Distro CDIA SMP 4

Event pelajar dengan kesan young, di dalamnya penuh game dan kreativitas sebagai sarana ampuh penyampaian materi tentang keislaman dan organisasi. Dari feed back yg dituliskan peserta, acara ini mendapatkan sambutan ’luar biasa’ dan unik penuh dengan pelajaran moral baru. Smoga mampu memotivasi peserta untuk selalu berubah ke arah positif.

AQILA – Cerdas, Ikhlas, Istiqomah …
Nama Kegiatan : Bengkel Jurnalistik
Tempat : Auditorium SMEA MUH Kepanjen
Joint EO : CDIA, KEPANJEN MEDIA & SMEA MUH

Ajang training mulai dari tips menulis, motivasi sampai desing animasi. Sebaga bekal untuk menerbitkan bulletin lokal yang professional. Juga mencetak bibit-bibit kartunis dan designer. Follow up dari training ini adalah pembuatan bulletin lokal sekolah seperti AIDA dan bulletin regional seperti AQILA dan volunteer jurnalistik.

DIA Production – Unit Usaha CDIA
Nama Kegiatan : DIA Production
Tempat : CDIA Basecamp
Jenis : Unit Usaha CDIA

Harapan CDIA kedepan semua dana kegiatan untuk perubahan positif ini dapat didapatkan secara mandiri melalui usaha-usaha yang dilakukan CDIA yg bekerjasama dengan para pelajar binaannya. Dalam 2 bulan terakhir telah membuku-kan keuntungan sekitar 150 ribuan dari burning VCD dan cetak sablok platik zakat. Kedepan insya alloh akan kami kembangkan dengan sistem saham yang juga ditanam oleh mayoritas pelajar.

DIA Comp. – Sale, Rental, Documentation & Networking
Nama Kegiatan : DIA Comp
Tempat : CDIA Base Camp
Jenis : Unit Usaha CDIA

Unit usaha CDIA yang diberdayakan bersama pelajar binaan CDIA dengan pergerakan usaha dibidang penjualan komputer, rental pengetikan, jasa translate, LAN/Networking dan service komputer. Saat ini sudah melakukan kerjasama dengan SMP PGRI 03 Pagak. Kedepan insya Alloh diberdayakan lebih optimal seiring dengan kompetensi pengelola(pelajar.red). DIA Comp didukung penuh oleh personil yang mempunyai dedikasi tinggi di dunia teknik informatika.

MULTIMEDIA Library – Perpusatakaan
Nama Kegiatan : CDIA Library
Tempat : Basecamp

Perpustakaan yang saat ini banyak membutuhkan dana pengembangan, menuju perpustakaan berbasis multimedia. Sampai saat ini koleksi buku bacaan pengetahuan umum dan islami mencapai 200. Ini menjadi sarana vital penunjang perluasan wawasan generasi muda ditengah minimnya minat baca. Tempat yg akan dihias dengan kesan ’young & tecnology’ ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda dalam membaca.
Sampai saat ini proses pembangunan infrastruktur perpustakaan sudah mencapai 55 persen lebih. Meski demikian, perpustakaan CDIA sudah memulai melayani peminjaman buku dan juga membutuhkan bantuan buku :)

CDIA Mentoring Plus
Nama Kegiatan : Mentoring
Tempat : Sekolah & Masjid
Joint EO : CDIA with Client Participate

Kegiatan yang bertujuan membentuk generasi muda yg berakhlak dan mempunyai kapabilitas ilmu agama, umum dan teknologi. Mentoring periodik ini dilaksanakan kepada pelajar binaan CDIA atau sekolah-sekolah yang mengadakan kerjasama mentoring dengan CDIA. Game penuh hikmah dan update teknologi menjadikan mentoring ini semakin menarik untuk diikuti.

DIA Design & Decoration
Nama Kegiatan : Design & decoration
Tempat : Base Camp
Jenis kegiatan : Unit usaha

Unit usaha CDIA yang bergerak dibidang Design dan dekorasi panggung maupun event lain. Saat ini sudah bekerjasama dengan PT TRUSTCO Cipta Madani.
Di dunia dekorasi CDIA telah mendapatkan work order pertama kali di wedding decoration pada pernikahan salah satu warga di kepanjen.

cdia menurut mereka….

:: Testimonial ::

” Kegiatan CDIA ini sangat positif, mereka mendidik siswa untuk berani melakukan hal positif. Penyampaiannya yang menggunakan fasiltias teknologi memberikan hal baru dan kesan tersendiri bagi siswa. Kami berharap kegiatan ini ada tindak lanjutnya … “

Begitulah sebagian kesan dari stakeholder CDIA, smoga kedepan kami bisa mempersembahkan yang terbaik untuk semua.



:: Testimonial ::

Kesan Drs.NG.Yudhi Achmadi, Kasek SLTP PGRI 03 Pagak pada acara Ramadhan Tour D’ School :
“ Kegiatan CDIA ini sangat positif, mereka mendidik siswa untuk berani melakukan hal positif. Penyampaiannya yang menggunakan fasiltias teknologi memberikan hal baru dan kesan tersendiri bagi siswa. Kami berharap kegiatan ini ada tindak lanjutnya … ”

Kesan Yusuf Bahtiar, pelajar SMP Negeri 04 Kepanjen kelas 7i pada acara rujak party :
“ Saya bangga terhadap CDIA, karena CDIA bisa membuat penerus bangsa menjadi pintar-pintar “

Kesan Ust. Drs.Imam Ma’ruf, Ketua MWC NU Kepanjen dan Guru SMP 03 Kepanjen pada acara Ramadhan Tour D’ School :

“ Format acara CDIA sudah bagus, cuman perlu disesuaikan dengan kebiasaan setempat … “
“ … Rumah saya buka 24 jam untuk menerima konsultasi
dengan CDIA … “

Kesan Bapak Mahmud, BA, Guru Agama SLTPN 04 Kepanjen pada saat CDIA meminta evaluasi dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan:
“ Kegiatan CDIA perlu ditingkatkan lagi, mengingat ilmu agama sangat penting bagi pelajar-pelajar saat ini. Hubungi kami jika akan mengadakan kegiatan, kita akan bantu .. “

Kesan Eko Suprayogi, pelajar SMK MUHAMMADIYAH Kepanjen dalam acara Halal Bi Halal CDIA :

“ Acara CDIA seperti ini sangat positif, terutama bagi pelajar yang salah jalan. Kita doakan semoga mereka kembali ke jalan yang benar … “

Kesan Bapak Arif Joko, S.Ag, Wakasek SMEA Muhammadiyah pada saat acara Ramadhan Tour D’ School :
“ Saya salut pada CDIA, mereka masih muda tetapi kepeduliannya pada generasi muda cukup tinggi.”

Kesan Bapak EFFENDI, General Manager Telkom Malang pada saat menerima laporan Ramadhan Tour D’ School hasil kerjasama dengan PT. TELKOM Kepanjen :
“ SUBHANALLAH, MULIA SEKALI pekerjaan yang dikerjakan oleh jajaran Telkom KPN di Bulan Ramadhon ini … dan kepada rekans marketing tolong didukung dan dibantu, semoga Perusahaan kita tetap jaya dengan doa anak bangsa yang mental dan moralnya terjaga baik seperti dalam acara Ramadhon Tour D’ school Kepada Rekans di Jajaran Telkom KPN, terimakasih atas acaranya, kalian telah membawa Telkom ke PENTAS yg PANTAS, Amin “

Feed back yang kami dapatkan dari kegiatan-kegiatan CDIA, rata-rata 85 persen memberikan kesan positif. Selebihnya adalah inputan konstruktif bagi kesempuranaan kegiatan berikutnya. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk perubahan.

ta’aruf yux..!

 CDIA didukung dengan SDM yang berkomitment dan mencurahkan potensi untuk perbaikan generasi bangsa. Kami berusaha professional dan memberikan yang terbaik bagi stakeholder CDIA. Latar belakang yang berbeda semakin memperkuat teamwork dan kreatifitas pembinaan CDIA.


Feri D Sampurno
Penasehat CDIA Foundation
Trainer PT. TRUSTCO CIPTA MADANI
Enterpreneurship


M Wahyu ES
Founder CDIA Foundation
Support Kantor Cabang Telkom Kepanjen
Enterpreneurship




Novan Aulia Rohman
Direktur CDIA Foundation
Administration Staff UPMB TELKOM Kepanjen
Mudarris Ma’had Asy Syarif





Direktur CDIA Foundation dibantu oleh empat divisi yang bekerja sinergi yaitu :


Novia Andaru
Kadiv. Dakwah
Technical Support M-WEB InternetUnibraw Malang





Divisi Dakwah
Yang full aktif dalam mengadakan kegiatan pembinaan yang berkarakteristik young, fun, teknologiable, dan insya Alloh mencerahkan. Mempunyai 3 sub divisi yaitu:
1. Member & Volunteer Guiding : Sub divisi operasional pembinaan pelajar dan
manajerial volunteer
2. Quality Assurance : Menjamin dan memastikan mutu produk CDIA.
3. Strategic Plan Program : Menganalisa fakta dan membuat rencana strategis
pembinaan yang mantap.


M. Syahrizal
Kadiv. Ekonomi
English Teacher SMAI Kepanjen



Divisi Ekonomi
Kegiatan-kegiatan tersebut didukung penuh oleh Divisi Ekonomi yang berfungsi sebagai supplier dana yang didapat dari usaha mandiri,donatur dan kerjasama dengan sponsor. Divisi ini mempunyai 3 sub divisi yaitu:
1. Fundrising : Kolektor dana sosial dan sponsorship dari personal, corporate dan pemerintah.
2. Special Bisnis Unit : Sebagai sumber kemandirian dana CDIA yang juga menjadi ajang aplikatif untuk enterpreneurship pelajar.
3. Finance : mengatur keuangan dan cashflow CDIA


Sujarwo Setyono
Kadiv. Dakwah
Tehcnical Teacher SMK PGRI Grafika



Divisi Humas
Dalam komunikasinya dengan stakeholder CDIA dibantu oleh Humas yang mensosialisasikan program-program CDIA ke masyarakat dengan berbagai macam media, serta menjaga eratnya jalinan kerja sama dengan tiap elemen masyarakat untuk perubahan besar dan positif ini.
1. Marketing Branding : Branding & Reporting semua event CDIA
2. Public Relation : Membina dan menjaga hubungan baik CDIA dengan masyarakat dalam pencitraan positif CDIA.
3. Member & Volunteer Rising : Front liner service member dan volunteer CDIA. Jembatan komunikasi CDIA dengan calon member dan volunteer

tentang-Q-

C-DIA Foundation adalah Lembaga Swadaya Masyarakat independent yang baru berdiri di bulan Juli 2005 dan baru aktif melakukan kegiatan mulai oktober 2005. Bergerak di bidang pembinaan moral, penggalian dan pengarahan potensi pelajar yang dibingkai dengan nilai-nilai Islam dan berupaya membantu memberikan solusi alternatif bagi terbentuknya pelajar remaja dambaan ummat. Hal ini dilatar belakangi dengan banyaknya mass media yang mulai memberikan dampak negatif kepada pelajar generasi bangsa. Pengaruh destruktif ini semakin terlihat jelas jika kita melihat track record negatif pelajar pada kasus tawuran, narkoba, free sex, pornografi dan lainnya. Juga perilaku hedonis, hura-hura dan tongkrongan di cafe yang akhir-akhir ini semakin menjadi trend pelajar kita. Ya, pelajar yang akan menjadi penerus bangsa Indonesia.

Hal inilah yang menyebabkan CDIA Foundation mempunyai visi “ Menjadikan media Islam sebagai sa-rana pencetak generasi muda bera-qidah, intelek dan berkompetensi tinggi dengan bingkai akhlakul kari-mah “. Media apa saja akan kami ja-dikan sarana perubahan positif generasi bangsa. Mulai dari media eletronik, cetak, teknologi, film, game edukatif dan lain sebagainya.

Dalam mewujudkan itu kami akan menjalin erat kerjasama secara professional dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun swasta. Hal ini sangat penting karena perubahan besar nan positif ini tidak akan terwujud tanpa partisipasi dari berbagai pihak yang masih mempunyai nurani dan terpanggil kesadaran untuk membina generasi muda yang saat ini mulai terguncang pengaruh-pengaruh negatif.

Kami juga bercita-cita mencetak generasi muslim yang bertaqwa dan mampu mengoptimalkan potensinya. Potensi apapun! Mereka yang tangkas dalam sepak bola akan kami bina menjadi pemain bola yang tak hanya tangkas, tapi juga cerdas dan sportif. Mereka yang giat di PRAMUKA dan PMR akan kami bina menjadi pandu-pandu yang mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral dan menjadi pelopor kebaikan bagi yang lain. Sederhananya akan kami sentuh lini manapun, elemen apapun untuk perbaikan generasi muda bangsa.



Harapannya nanti akan terbentuk komunitas media islami, mulai dari olah raga sampai teknologi sebagai sarana optimalisasi potensi. Dari potensi ini akan muncul kompetensi-kompetensi positif untuk bekal menghadapi tantangan dunia global. Nantinya komunitas ini akan menjadi pelopor tegaknya kebenaran dan kebaikan sejak dini, hingga terbentuk iklim kondusif bagi tersebarnya nilai-nilai islam di keluarga, sekolah dan masyarakat. Semoga kelak generasi muda yang mempunyai kapabilitas dan kompetensi semacam ini yang akan memimpin indonesia di masa datang.

Sasaran kami adalah pemuda generasi bangsa, baik pelajar maupun pemuda lingkungan. Semua dari mereka akan kita ajak bersama-sama untuk berpartisipasi aktif dalam perubahan positif ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.